Es Campur

Campur-Campur

Menu

Cuci Tangan Pakai Sabun

Cuci tangan pakai sabun terbukti secara ilmiah efektif mencegah diare, ISPA yang telah menjadi penyebab kematian anak di Indonesia dan dunia. Pentingnya perilaku sehat cuci tangan pakai sabun untuk mencegah penyebaran penyakit-penyakit menular seperti diare, ISPA dan Flu Burung, yang sudah dipahami masyarakat secara luas, meskipun prakteknya masih belum banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku cuci tangan pakai sabun terbukti merupakan cara yang efektif untuk upaya kesehatan preventif. Dalam jangka pendek, upaya preventif melalui Cuci Tangan Pakai Sabun di pandang paling strategis untuk mengurangi kerugian dampak sanitasi buruk, sementara solusi jangka menengah dan jangka panjang terus dilakukan. Untuk itu perilaku cuci tangan pakai sabun perlu digalakkan untuk menjadi gaya hidup sehari-hari bagi masyarakat di pedesaan maupun perkotaan

Anak-anak selalu menjadi pihak yang paling rentan terhadap penyakit sebagai akibat perilaku yang tidak sehat dan sanitasi yang buruk. Anak-anak merupakan asset bangsa yang paling berperan untuk generasi yang akan datang. Anak-anak juga merupakan penyampai pesan yang penting pada keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya.

Tujuan Cuci Tangan Pakai Sabun

Tujuan Jangka Panjang

  • Meningkatkan dukungan secara global sekaligus dukungan budaya lokal untuk penerapan cuci tangan pakai sabun dalam tatanan kehidupan masyarakat sehari-hari.

  • Menjadikan Cuci Tangan Pakai Sabun sebagai kegiatan yang mendapatkan prioritas dikalangan pemangku kepentingan dan pembuat kebijakan.

  • Menggalang komitmen dari berbagai pemangku kepentingan untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan peningkatan praktik cuci tangan pakai sabun.

Tujuan Jangka Pendek

  • Meningkatkan praktik Cuci Tangan Pakai Sabun yang tidak terbatas hanya sehari, diharapkan dapat dilanjutkan secara terus menerus sehingga perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun merupakan bagian dari budaya bersih masyarakat Indonesia sejak usia muda.

  • Memberikan peluang bagi anak sekolah secara aktif serta berbagai profesi di masyarakat sebagai "Agen Perubahan" dalam memasyarakatkan pesan Cuci Tangan Pakai Sabun.

Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup. Penggunaan sabun selain membantu singkatnya waktu cuci tangan, dengan menggosok jemari dengan sabun menghilangkan kuman yang tidak tampak, minyak/ lemak/ kotoran di permukaan kulit, serta meninggalkan bau wangi. Perpaduan kebersihan, bau wangi dan perasaan segar merupakan hal positif yang diperoleh setelah cuci tangan menggunakan sabun.

5 waktu terpenting seseorang harus melakukan Cuci Tangan Pakai Sabun

  • Setelah buang air besar (BAB)

  • Setelah membersihkan anak yang buang air besar (BAB)

  • Sebelum menyiapkan makanan

  • Sebelum makan

  • Setelah memegang/menyentuh hewan

Praktik Cuci Tangan Pakai Sabun yang benar memerlukan sabun dan sedikit air mengalir. Air mengalir dari kran bukan keharusan, yang penting air mengalir dari sebuah wadah bisa berupa botol, kaleng, ember tinggi, gentong, jerigen, atau gayung. Tangan yang basah disabuni, digosok-gosok secara merata seperti tampak pada gambar dibawah ini (berurutan dari langkah 2 s/d 8) selama 40-60 Detik. Bilas dengan air mengalir dan keringkan dengan kain bersih atau kibas-kibaskan di udara.

Maka daripada itu, mari kita biasakan mencuci tangan pakai sabun karena dengan demikian kita semua dapat memutus rantai penularan infeksi sehingga kita bisa hidup sehat terhindar dari penyakit.


Salmandjuli
Bireuen

Contact me at salmandjuli@gmail.com